« Kasus Pemukulan Sandal, AKBP Teddy Belum Jadi Tersangka » « Lima Mitos dan Kesalahpahaman Soal Mars » « Tri Pilih Perkuat Backbone Ketimbang Jumlah BTS » « “Jago” Mati di Dapur » «

Rabu, 12 Desember 2012

tempat tidur






Harga Rp. 3.100.00


 
Harga Rp. 3.550.000 





Harga Rp. 2.350.000
 
 
 Harga Rp. 4.850.000 


Harga Rp. 7.600.000
 
 
   Harga Rp. 3.250.000
 
 
 Harga Rp. 3.550.000
 
 
Harga Rp. 2.750.000
 
 
  Harga. No 1 uk 180x200 cm, harga Rp.2.000.000 No 2 uk 160x200 cm, harga Rp.1.900.000
 
 
 Harga. No 1 uk 180x200 cm Rp.2.750.000 No 2 uk 160x200 cm Rp.2.650.000
 
 
Harga Rp. 2.650.000
 
 

  Harga Rp. 4.350.000


Sabtu, 17 November 2012

SOLUSI PENUMPUKAN PAPAN JATI



Mengeringkan kayu Jati sudah bukan hal yang baru bagi industri kayu di Indonesia, terutama kota Jepara sebagai kota penghasil kerajinan kayu Jati. Berbagai cara manual (tanpa mesin pengering Kiln Dry) telah lama pula diterapkan.

Pada saat kami berkunjung ke suatu pabrik furniture kayu jati, terlihat sebuah cara yang menarik dilakukan oleh pabrik tersebut dalam hal pe
numpukkan kayu Jati. Ada baiknya kami bagi bersama pembaca, walaupun mungkin sudah ada yang menggunakan metode yang sama.

Pekarangan pabrik diratakan dan ditutupi dengan lantai beton atau semen untuk mengurangi penguapan air dari dalam tanah sekaligus untuk mempercepat mengalirkan air hujan ke selokan. Tidak terlihat atap maupun dinding pada pekarangan tersebut. Sepertinya hal itu dimaksudkan untuk penguapan yang lebih baik.

Lembaran-lembaran kayu jati diletakkan sedemikian rupa dengan posisi menyilang setiap lembarnya sehingga terdapat rongga setebal kayu jati untuk jalan penguapan udara.
Dan di antara lembaran kayu jati tersebut disisipkan sebilah kayu tipis (5-10 mm) sebagai jalan udara pada saat penguapan.

Metode penumpukkan ini sangat baik untuk menjaga kestabilan bentuk kayu sekaligus mempercepat waktu pengeringan. Uap air bergerak cepat karena rongga di setiap lembar kayu. Begitu pula dengan panas matahari yang lebih efektif karena tipe lantai yang diperkeras dengan beton dan semen.

Tentu saja lembaran - lembaran jati tersebut hanya dijemur pada saat cuaca cerah dan panas, untuk selanjutnya diproses di dalam ruang produksi. Kami tidak sempat memperoleh informasi berapa lama proses pengeringan berjalan. Yang pasti pabrik mengatakan bahwa metode ini baru mereka terapkan beberapa bulan dan mempercepat proses pengeringan alami kayu Jati.

produk produk kami































Minggu, 04 November 2012

5 Alasan Furniture Jati Menjadi Furniture Terbaik

Kayu jati merupakan bahan yang tepat untuk furniture di rumah anda maupun di teras atau taman rumah anda. Hal ini dikarenakan furniture jati dapat tahan selama bertahun-tahun dan tetap terlihat cantik. Meskipun begitu furniture jati dapat berubah warna dari coklat keemasan menjadi perak atau abu-abu.
Furniture jati adalah furniture yang indah dan berkualitas karena tahan terhadap segala cuaca, dan kerusakan lainnya. Kayu yang  keras serta minyak alaminya sudah cukup dalam mengahadapi kerusakan apapun. anda hanya perlu merawat penampilan dari furniture jati anda

Pertama: Kuat Dan Tahan Lama
Furniture kayu jati mempunyai harga yang tinggi di mata kolektor furniture di seluruh dunia. Kayu jati biasa dipakai pada badan kapal dalam pembangunan kapal awal oleh pelaut karena bisa menahan kerasnya perjalanan laut yang tangguh. Meskipun di perairan laut untuk jangka waktu yang lama, kerusakan kayu sangat kecil. Kayu jati begitu kuat dan karena itu merupakan bahan yang sangat baik untuk furnitur outdoor. Jati Indonesia dianggap yang terbaik dari semua produsen jati lainnya seperti India, Myanmar, Filipina, dan Malaysia,

Kedua: Tahan Air Dan Serangga
Jati memiliki minyak resin harum yang membuatnya tahan air dan karena itui kayu jati tidak membusuk bila terkena hujan. Minyak jati ini tahan terhadap serangga dan karena itu bisa bebas dari serangan rayap bila ditempatkan di luar ruangan. Kayu jati sangat cocok untuk bahan furniture outdoor

Ketiga: Mudah Perawatannya
Umumnya, furniture outdoor bisa jadi sulit untuk menjaganya, tapi tidak sama dengan furnitur jati. Kayu jati memiliki perawatan yang rendah karena tidak terpengaruh oleh unsur-unsur eksternal, panas dan kelembaban. furniture yang terbuat dari bahan lain atau jenis kayu lain bisa menjadi rentan terhadap kerusakan oleh penggunaan terus-menerus dan penanganan yang kasar. Selain itu, kondisi cuaca juga menyebabkan furniture yang terbuat dari jenis kayu lain melengkung dan kehilangan bentuk

Keempat: Biaya Efektif
Karena umurnya yang panjang, perbaikan dan penggantian furniture jati sangat minim dan oleh karena itu sangat hemat biaya. Jarang ada orang yang membuang furniture jati. Hal ini disebabkan daya tahan dan kemampuan dalam mempertahankan bentuknya untuk jangka waktu yang panjang

Kelima: Stylish Dan Elegan
Furniture yang terbuat dari kayu jati memiliki sentuhan kelas dan memiliki rating tinggi. Seperti barang yang berharga, perlu dijaga. Perawatan poles dengan teak oil rutin tiap tahun akan membantu mempertahankan warna alami. Anda bisa, bagaimanapun, memilih finishing yang Anda inginkan. Sebuah lapisan melamin membantu untuk mempertahankan kilaunya lebih lama lagi. Dikatakan seperti anggur, kayu jati semakin lama semakin anggun
Jika anda membeli furniture jati, pastikan anda membeli kayu jati kelas A. ada 3 kelas dalam kayu jati, kelas A adalah yang terbaik, warnanya coklat madu dan mempunyai banyak minyak. Jati kelas B warnanya lebih cerah, cocok dipakai untuk furniture indoor. Hindari kayu jati kelas C, kayu ini paling murah tetapi sangat cepat rusak. 
jangan lupa untuk kebutuhan mebel anda hubungi kami hp. 085866251844 atau pin BB 300f1a57

sumber : www.mebeljatikhoirin.co.cc/

Kelebihan Furniture Jati

Kayu jati merupakan hasil dari pohon jati asli Indonesia. Kayu jati mempunyai kualitas tinggi dan banyak dicari orang. Kayu jati sering digunakan pada kapal, lantai, dan furniture. Furniture jati tidak membutuhkan perawatan yang banyak karena furniture jati tahan terhadap lembab, busuk, jamur, maupun serangga.

Pengetahuan Tentang Kayu Jati
Karena kayu jati adalah kayu yang keras, furniture jati kuat digunakan bertahun-tahun dan tidak mudah dipatahkan. Furniture jati ini bahkan bisa bertahan dalam beberapa generasi keluarga. Kayu jati mempunyai minyak alami yang juga mengandung silica dan karet. Minyak alami inilah yang membantu furniture jati tahan terhadap air. Furniture jati juga tidak mudah busuk atau berubah bentuk.
Furniture jati terkenal dengan kemudahan perawatannya. Yang paling penting adalah membersihkan dari debu serta penggunaan minyak kayu jati. Minyak ini berfungsi seperti minyak alami kayu jati yang melindungi furniture jati anda. Minyak kayu jati tidak hanya melindungi namun juga menjaga warna emas alami pada furniture jati. Walaupun begitu banyak orang yang membiarkan warna kayu berubah agar semakin alami.

Ketahanan Kayu Jati
Karena ketahanannya, kayu jati merupakan kayu yang bisa dipakai lagi, terutama di Indonesia. Lantai, furniture dan bagian dalam rumah sering dicari dan dipakai lagi meskipun sudah berumur panjang. Beberapa memanfaatkan kayu ini untuk dibuat kembali dalam rumah maupun furniture. Kayu jati yang sangat tua sekalipun tetap dapat digunakan dan dimanfaatkan. jangan lupa untuk kebutuhan mebel anda percayakan pada kami hp 085866251844 atau pin BB 300f1a57

sumber : www.mebeljatikhoirin.co.cc/

Rabu, 25 Juli 2012

Tip Memilih dan Merawat Furnitur Jati

Kayu jati adalah pilihan utama untuk dijadikan sebagai furnitur. Pasalnya, kayu ini dikenal kuat dan tahan rayap, sehingga perawatannya pun tergolong mudah. Keistimewaannya tidak hanya membuat kepincut pembeli lokal, konsumen dari mancanegara juga mengincar furnitur jati Indonesia.

“Di saat kita mengejar furnitur impor yang bagus finishing-nya saja, ekspatriat justru memilih furnitur jati kita,” tukas Rina Kundang, pemilik Sony Art Gallery di bilangan Ciputat Raya, Jakarta Selatan.

Memilih Furnitur JatiMemilih furnitur jati yang bagus memang susah-susah mudah, apalagi jika si calon pembeli tidak mengerti seluk beluk kayu jati. Untuk itu, Rina memberi beberapa tip memilih furnitur jati yang baik.

“Biasanya secara kasat mata, tampilan kayu jati yang bagus bisa dilihat dari finishing-nya. Jika finishing bagus, maka dasar kayunya juga bagus. Sebaliknya, jika finishing kurang rapi, agak berbulu, atau kasar, maka kayunya pasti kurang bagus,” jelas Rina.

Tetapi jangan terkecoh penampilan, imbuh Rina. Ada sebagian penjual menawarkan furnitur yang menggunakan kayu jati hanya di bagian permukaannya saja, sementara di bagian belakang atau bawah, menggunakan t-block atau tripleks. “Dengan mengetuk permukaan furnitur, kita bisa mengetahui perbedaannya,” kata perempuan berjilbab ini.
 Kayu jati memiliki beberapa jenis dan grade. Jati yang bagus di pasaran harus lepas putih (tidak memiliki bagian putih yang agak berbulu) dan lepas mata (tidak memiliki ‘mata’ yang merupakan calon cabang). Bagian putih ini biasanya jadi santapan rayap, sementara ‘mata’ membuat kayu lebih rapuh.

“Jati yang ditebang saat masih berukuran kecil, pasti bagian kulitnya berwarna putih dan masih memiliki mata,” kata Rina. “Kayu seperti ini bisa dibuat mebel, tetapi tidak bagus. Biasanya, kayu macam ini dipakai untuk menekan harga jual.”

Dari sisi harga, semakin lebar papan kayu jati, semakin mahal harganya. Untuk menyesuaikan dengan harga pasar, biasanya dipakai papan sambungan.

Kualitas kayu jati juga ditentukan oleh daerah asalnya.  Biasanya, kayu jati yang beredar di Indonesia berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. “Soal kualitas, jati Jawa Timur yang terbaik, diikuti oleh jati Jawa Tengah,” tutur Rina. “Harga jati Jawa Timur saat ini terbilang fantastis.” Kualitas yang berbeda, menurutnya, disebabkan kandungan tanah yang berbeda di setiap daerah.

Untuk memilih kursi jati, harus dilihat apakah kursi tersebut lepas mata dan lepas putih. “'Nyawa' kursi ada di bagian kaki. Jika ada ‘mata’ di kaki kursi, maka kursi rawan patah,” kata Rina. “Untuk meja, perlu diperhatikan permukaanya. Pilih permukaan yang mulus dan tidak rapuh.”

Namun jika tidak yakin, imbuh Rina, sebaiknya calon konsumen membeli dengan teman yang mengerti seluk-beluk jati, atau memercayakannya pada penjual. “Biasanya pembeli akan merekomendasi toko furnitur yang bisa dipercaya kualitas produknya,” jelas Rina.

Merawat Furnitur JatiRina menjelaskan, untuk membersihkan furnitur jati sangat mudah: cukup dilap menggunakan teak oil atau pledge. Teak oil biasanya dijual di toko bahan bangunan, sementara pledge tersedia di mal atau super market. Treatment ini bisa dilakukan enam bulan sekali. “Namun untuk perawatan sehari-hari, cukup menggunakan lap basah,” ujar Rina.

Untuk furnitur yang memiliki banyak ukiran, memerlukan perlakuan yang lebih khusus. “Gunakan kuas kecil untuk membersihkan lekukan ukiran dari debu. Kemudian kuas diberi cairan teak oil, dan bersihkan kembali lekukan-lekukan ukiran tersebut,” pungkasnya.

sumber :  http://www.rumah.com/

Kerajinan Patung Jepara

Industri seni ukiran patung yang memanfaatkan bahan baku kayu sebagai bahan utama adalah ciri khas dari ‘seni ukir patung khas Jepara’. Desa Mulyoharjo, letaknya tidak jauh dari pusat kota Jepara ini yang dari tahun ke tahun menghasilkan produk ukiran patung kayu dengan kualitas tinggi.
Kemahiran masyarakat desa Mulyoharjo dalam membuat produk ukiran patung kayu patut di apresiasi. Hal itulah yang digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara yang bekerjasama dengan pelaku usaha mebel di Jepara untuk mendaftarkan produk mebel ukir Jepara yang didalamnya terdapat kesenian ukir patung kayu untuk memperoleh perlindungan atas Indikasi Geografis Nasional dari Direktorat Hak dan Kekyaan Intelektual (HKI) 2010 lalu.
Seni ukir patung kayu memang tidak hanya ada di Jepara saja, tetapi di daerah-daerah lain seperti dari Papua yang sangat terkenal dengan seni ukir suku Asmat.
Bagi siapa saja yang sangat menyukai produk-produk kerajinan seni ukir patung kayu, jangan sungkan untuk datang ke Kabupaten Jepara. Lokasi atau tempat banyak diproduksi kerajinan produk ukiran patung kayu adalah Desa Mulyoharjo, berada disebelah utara atau 2 Km dari pusat kota Jepara (alun-alun Jepara).