« Kasus Pemukulan Sandal, AKBP Teddy Belum Jadi Tersangka » « Lima Mitos dan Kesalahpahaman Soal Mars » « Tri Pilih Perkuat Backbone Ketimbang Jumlah BTS » « “Jago” Mati di Dapur » «

Kamis, 17 Mei 2012

Tip terhindar dari penipuan bisnis online


Tiga bulan ini saya belajar jualan online,dan alhamdulillah saya sudah menghasilkan uang.yang pertama dari penjualan catalog mebel yang sudah saya upload dan pembeli tinggal mendownload nya sebesar 25 ribu rupiah,yang kedua dari penjualan jam junghans milik temen saya seharga 1,5 juta dan saya mendapat fee sebesar 50 ribu rupiah,yang ketiga dari penjualan mebel seharga 25 juta saya mendapat fee sebesar 500 ribu rupiah.dan masih banyak transaksi transaksi lain yang tidak sampai deal atau kesepakatan harga. Seperti nya enak bisnis online itu,tidak harus punya barang apalagi toko atau gudang cuma modal sedikit uang untuk biaya koneksi internet dan sedikit keahlian dalam memasang iklan.kita harus kenal betul siapa yang punya barang dan bagaimana kualitas barang jangan sampai nanti nya si pembeli kecewa.
Dua hari yang lalu saya berbincang bincang dengan teman saya dan dia menyarankan saya untuk lebih hati hati karena bukan hanya pembeli yang rawan tertipu.penjual pun bisa kena tipu,akhiranya saya mencari informasi di internet dan mendapatkannya.saya gabungkan beberapa postingan dari temen temen bloger supaya lebih komplit,jelas dan mudah di pahami.berikut tips tips untuk terhindar dari penipuan jual beli atau bisnis online.
Untuk penjual
1. Waspada jika ada pembeli yang mengatakan, “saya minta cepat barang di antar hari ini dengan jumlah xxxx…(agak banyak)”. Tak jarang ini hanya untuk mendapatkan barang tanpa melakukan pembayaran.
2. Modus lainnya, “saya sudah transfer tolong barang nya secepatnya di kirim” dan ternyata transfer tidak pernah dilakukan.Namun,cara ini cenderung bisa di hindari karena sebagian besar pemilik toko online sudah menggunakan sms atau internet banking sehingga bisa melakukan pengecekan langsung.
3. Hindari transaksi pada hari sabtu dan minggu,karena pada hari itu mutasi rekening internet banking ikut libur.
4. Jika anda menerima pembayaran COD (Cash on Delivery) maka sebaiknya membawa teman untuk tingkat penipuan (di hipnotis,di culik,dip eras dll) dan lakukan di tempat yang ramai.
Untuk pembeli
1. Pilih website yang jelas
Sebelum anda memutuskan bertransaksi di sebuah website,pastikan website tersebut mencantumkan alamat yang jelas dan nomor telepon yang bisa di hubungi.lakukan komunikasi dengan penjual secara intensif untuk mengetahui “style” si penjual.
2. Lihat gambar dan harga
Check,apakah website tersebut menampilkan barang yang di jual apa tidak,jika tidak sebaiknya hindari saja.jangan lupa check juga harga yang di tawarkan,jika lebih murah (tidak masuk akal) sebaiknya anda cari tempat yang lain.
3. Cara pembayaran
Pilih website yang melakukan pembayaran COD (Cash on Delivery) atau rekening bersama,namun ini juga memiliki permasalahan dan kerumitan sendiri.sebab kita harus check lagi validasi atau kebenaran rekening bersama tersebut.apabila si penjual hanya menerima pembayaran secara transfer ke rekening pribadi,maka lakukan komunikasi secara intens,baik dengan sms,chatting atau yang lainnya sampai anda benar benar yakin.
4. Testimoni
Ini sebenarnya tidak jaminan,tapi anda bisa menilai si penjual dari testimony atau komen dari para pembelinya,jika tidak terdapat testimony maka anda lakukan komunikasi seperti yang disebut di atas.
5. Monitor website secara berkala
Lakukan monitor terhadap website yang ingin anda jadikan sebagai tempat membeli barang,jika terjadi
perubahan yang signifikan seperti data alamat dan nomor yang di hubungi sebaik nya anda hindari.
6. Pelayanan yang bagus
pilih penjual yang siap melayani anda kapanpun (jam normal) dan dengan proses yang cepat.kika anda mendapatkan penjual yang sangat lambat dan terkesan ogah ogahan dalam menjual barang nya,maka tinggalkan saja.
7. Tanya di forum jual beli
Coba mulai aktif di forum jual beli online,disana kita bisa berbagi pengetahuan dan saling info mengenai penjualan yang baik dan tidak.
8. Cari di google
Terutama bagi anda yang senang berbisnis dengan situs situs luar negeri,cara nya dengan mengetik scam atau kecewa lalu ketik nama website atau data penjualnya (dari nama website,nama pemilik rekening,YM dll) yang ingin anda bertransaksi apakah banyak member/reseler yang mengungkapkan kekecewaannya karena bertransaksi dengan website atau penjual tersebut? Bila ada sebaiknya tinggalkan.

CARA MELAPORKAN PENIPUAN JUAL BELI ONLINE
Mungkin sudah menjadi rahasia umum kalau kerja aparatur hokum kita terhadap laporan penipuan di online masih terlihat “ogah ogahan”dan dengan proses yang rumit.namun masih ada cara lain yang bisa anda lakukan,caranya :

1. Catat semua data si penjual tersebut,alamat,nomor telepon atau hp,foto dll.
2. Copy semua bukti transaksi dan lainnya.
3. Laporkan dan berikan semua bukti tersebut ke kepolisian yang terdekat atau anda bisa kunjungi
4. Link ini http://ww.reskrimum.metro.polri.go.id
5. Adapun ciri ciri bisnis online penipuan (scam) anda bisa baca di postingan saya yang berikut.

Sumber : http://www.mebeljatikhoirin.co.cc

Rabu, 16 Mei 2012

Bisnis Mebel Anak Ternyata











                                                                                                                                                             Selain menjadi tren, produk mebel khusus anak juga menjadi peluang usaha yang menarik. Margin keuntungan yang didapat dari usaha ini sekitar 30% dan bisa balik modal dengan cepat.

Semakin beranjak besar, orang tua biasanya membiasakan anak mandiri. Salah satunya dengan menyediakan kamar dengan desain dan motif yang disesuaikan dengan selera anak, lengkap dengan perabotnya. Inilah yang membuat bisnis yang menyasar anak tetap menjanjikan.
Sejak tiga sampai empat tahun terakhir, misalnya, permintaan mebel khusus anak semakin meningkat. Ranjang, aneka rak, meja belajar, sofa, ataupun lemari dengan nuansa anak-anak terus diburu.
"Awalnya saya bermain di mebel umum, tapi sejak dua tahun terakhir saya fokus menggarap mebel khusus anak," kata Achmad Zainudin, pemilik Mebel Anak di Jepara, Jawa Tengah.
Langkah ini juga yang diambil oleh Sisca Sada yang membuka usaha mebel khusus anak bernama Petite Elle sejak dua setengah tahun silam.
"Ibu-ibu muda sekarang cukup antusias untuk mempercantik kamar buah hati mereka. Mereka juga cenderung latah karena lingkungan mereka banyak menggunakan mebel anak," jelasnya.
Sisca mengaku, penjualan mebel khusus anak di Petite Elle mencapai 15 unit per bulan. Harganya mulai Rp 1,2 juta hingga Rp 8,9 juta per unit.
Menguntungkan
Achmad menambahkan, menjalankan usaha mebel anak ternyata memang menguntungkan. Awalnya, kata dia, pelanggan hanya memesan ranjang anak.
"Tapi, setelah melihat produk yang lain, mereka memesan perabot lain," katanya.
Saat ini, penjualan mebel khusus anak di Mebel Anak mampu menghasilkan omzet sekitar Rp 30 juta per bulan. Stepanus Sriwijaya, pemilik usaha Furnitur Anak di Yogyakarta, menambahkan, keuntungan yang didapat dari usaha menggarap mebel anak cukup lumayan, dan bisa balik modal dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
"Per bulan, rata-rata usaha kami bisa menghasilkan omzet antara Rp 30 juta–Rp 40 juta. Margin keuntungannya bisa mencapai 30%," ungkapnya.
Baik Achmad, Sisca, dan Stepanus punya cara sama untuk memperluas pasar. Mereka mengandalkan internet guna memasarkan produk.
Achmad, misalnya, menggunakan layanan iklan online. Stepanus memanfaatkan jejaring Facebook dan website. Adapun Sisca menggunakan blog dan jejaring sosial untuk memperkenalkan produknya.
"Saya juga sedang menyiapkan website khusus," katanya.
Pemasaran online
Achmad menuturkan, jurus pemasaran online merupakan senjata ampuh untuk menjangkau sasaran.
"Segmen usaha ini, kan, rata-rata menengah atas dan ibu-ibu muda. Mereka biasa mengandalkan internet untuk mencari informasi," katanya.
Apalagi, kebanyakan konsumen yang membutuhkan mebel anak berada di kota besar. Mereka biasa mengakses internet.
Stepanus menguatkan pendapat itu. Menurut dia, selama ini, pembeli dari Yogyakarta hanya sekitar 2% sampai 3%, sedangkan dari Jakarta mencapai 80%.
"Sisanya dari luar Jawa," tuturnya.
Bahkan, belakangan ini, permintaan dari luar Jawa cukup banyak. Ia sudah melayani pesanan hingga ke Indonesia Timur seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Biasanya, pembeli dari luar Pulau Jawa cukup royal. Mereka tidak peduli ongkos kirim yang mahal. Alasannya, pembeli di luar Jawa tidak menemukan usaha mebel yang bisa secara khusus mengerjakan mebel anak. Lihat saja, ongkos kirim ke luar Jawa bisa mencapai Rp 2 juta, sementara harga mebel anak mencapai Rp 8 juta sampai Rp 9 juta per set.
Namun, karena mengandalkan media online sebagai sarana pemasaran, penjual memang harus menampilkan contoh karya mebel untuk memberikan gambaran pada calon pembeli. Selain itu, mereka juga perlu mencantumkan nomor kontak dan alamat jelas untuk membangun kepercayaan pada calon pembeli.
Butuh pengalaman
Untuk terjun ke bisnis mebel anak, Anda juga harus memiliki pengalaman di bidang mebel sebelumnya.
"Tak cukup mengandalkan tukang yang ahli, tapi kita juga harus bisa mendesain dan mengaplikasikan desain tersebut," kata Achmad.
Rata-rata, pengusaha mebel anak melayani desain sesuai permintaan. Bila Anda tidak memiliki pengalaman, sulit menangkap kemauan pembeli. Selain itu, Anda perlu mengikuti dunia desain yang berkaitan dengan anak yang sedang tren.
"Modal utama usaha ini pengalaman," kata Stepanus.
Sisca bilang, selain mengikuti atau melayani permintaan desain dari pembeli, pengusaha mebel anak juga harus mampu menciptakan inovasi desain.
"Supaya produk tidak monoton dan tidak pasaran, lebih bagus bila mebel itu mempunyai spesialisasi karakter desain mebel anak yang beda dari yang lain," jelasnya.
Misalnya, karakter tokoh kartun atau film anak, atau sekadar tampilan desain dengan permainan warna yang khas.
Modal relatif
Modal yang Anda siapkan untuk membuka usaha ini selain pengalaman juga jaringan tukang. Anda bisa mencari kenalan di daerah seperti di Jepara untuk mendapatkan tukang berpengalaman, baik dalam mengolah kayu maupun mengecat mebel. Untuk ini, Anda perlu waktu mendapatkan tukang yang cocok dengan selera dan desain Anda.
Sebaiknya, Anda punya satu tukang utama yang bertugas mengecek kualitas dan proses pengerjaan. Modal untuk membuka usaha ini rata-rata sekitar Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Sebagian besar untuk memberi peralatan pertukangan. Lantaran mengandalkan media online untuk pemasaran, Anda juga harus memiliki komputer yang memiliki koneksi internet unggulan. Kantor bisa sederhana, tapi sedapat mungkin punya bengkel untuk memproduksi perabot.
"Bisa menggunakan rumah sendiri," kata Achmad.
Achmad bilang untuk belanja kayu, cat, pernis, ampelas paling tidak membutuhkan dana Rp 15 juta per bulan.
"Saya pekerjakan beberapa karyawan dengan pengeluaran Rp 6 juta per bulan," katanya.
Selebihnya adalah biaya operasional seperti listrik, air, dan telepon. Oh, iya, biaya promosi hanya dikeluarkan kalau sedang perlu. (Fransiska Firlana)

sumber : http://properti.kompas.com

Tips membersihkan mebel kayu

                                                                                                                                                               Jika meja atau lemari kayu Anda kotor dan penuh telapak tangan, saat mengelap meja, taburkan tepung sagu (kanji) atau tepung maizena di permukaan meja atau lemari. Kemudian gosoklah secara merata sampai mebel terlihat bersih.

Bagaimana membuat mebel kayu mengkilap kembali?
  • Ambil 5 biji kemiri, bakar sampai minyaknya keluar. Bungkus kemiri dengan kain kasa dan pukul-pukul sampai hancur. Gosoklah mebel dengan kemiri yang dibungkus kain kasa tadi. Mebel kayu pun akan mengkilap.
  • Bisa juga dengan membuat larutan ¼ cangkir cuka dan 1 cangkir minyak zaitun. Poleslah mebel dengan larutan tersebut.
  • Bila memiliki air teh basi, jangan dibuang. Air teh basi cocok untuk membersihkan meja kayu.

Menghilangkan noda tinta:
  • Buat larutan berikut: 2 sendok makan cuka dicampur dengan 1 sendok makan air. Celupkan spons ke dalam larutan lalu oleskan pada noda. Selanjutnya, mebel dilap sampai kering. Setelah itu, mebel kayu perlu dipelitur kembali.
  • Bersihkan dengan semir sepatu netral. Oleskan semir sepatu pada lap lalu gosok pada mebel.

Noda air, menghilangkannya dengan:
  • Oleskan pasta gigi pada kain basah. Noda yang membandel mungkin masih membutuhkan sedikit washing soda (soda ash – bisa dibeli di toko bahan kimia). Kalau masih membandel coba gosok dengan gabus.
  • Ambil abu gosok beri sedikit minyak goreng. Gosokkan larutan ini ke meja kayu.
  • Noda bekas gelas pada mebel kayu berpelitur bisa digosok dengan minyak tanah, lalu poles ulang.

Menghilangkan noda putih:
  • Noda putih pada mebel kayu terutama mebel antik bisa diatasi dengan mencelupkan sepotong kain ke dalam minyak goreng yang sudah diberi abu rokok, lalu gosokkan kain pada noda. Gosok sampai nodanya hilang.
  • Cara lain, ambil gabus lalu celupkan ke dalam minyak goreng dan abu rokok. Gosokkan gabus tersebut pada noda. Terakhir lap mebel dengan lap lembut.
  • Bisa juga dengan menggosoknya dengan odol yang ditaruh di lap. Gosokkan lap tersebut pada noda. Setelah itu mebel digosok dengan lap basah. Terakhir gosok dengan lap kering.

Lelehan lilin:
  • Saat memasang lilin, kadang ada lelehan lilin yang mengotori mebel. Jangan sekali-kali membersihkannya dengan benda tajam. Ambil saja pengering rambut, arahkan ke lelehan lilin sampai lilin meleleh. Segera setelah meleleh, mebel dilap dengan lap bersih atau tisu. Kemudian, mebel digosok lagi dengan lap yang agak basah dan diberi sedikit cuka.

Melepas striker pada mebel kayu:
  • Anak-anak kerap memasang striker pada mebel kayu. Untuk menghilangkannya jangan dikerik dengan pisau. Teteskan sedikit minyak goreng pada kertas lalu biarkan sebentar sampai minyak terserap. Setelah itu, gosok mebel dengan lap yang lembut. Ulangi proses ini, sampai striker benar-benar terlepas.
  • Cara lain, ambil lap lalu beri beberapa tetes minyak goreng atau baby oil. Gosokkan perlahan-lahan sampai striker terlepas. Setelah itu, gosok dengan lap kering. (intisari)

Senin, 14 Mei 2012

Furniture Traders Jepara

Wooden furniture and handicrafts from Jepara, Indonesia, which were unknown products till about 25 years ago the first exports were made by the developers of the products, has established a worldwide reputation over these years. In the early days the furniture was ordered by distributors, wholeslaers and importers which made the product for the endbuyer pretty expensive. Thanks to increased electronic fast communication, nowadyas, the "middel man" isn't needed anymore, shopowners and private shoppers can order and buy straight from factories in Jepara, Indonesia. But ordering still stayed a problem for many smaller enterprisers overseas, while the minimum order at a certain factory is at least a container, with merchadise from 1 manufacturer only. And that is the point, where smaller shops run in problems, they maybe able to handle one container, but they need diversity of goods, not a full container from 1 manufacturer only. For those buyers, who are in the need of a container order with products from different sources, we created the ultimate solution: Buy from as many manufacturers as you want, and we ship the mixture of the ordered goods in 1 contauiner, straight to the destination, without extra costs. Never before you got the opportunity to buy from an unlimited amount of sources and get a cpmbimened shipment straight delivered to your location. The days, that you had to order a container full of simular products from 1 factory, are over, we deliver your order of mixed goods from multiple suppliers direct to the destination. With only one container, your shop is filled with a wide selection of products, which makes shopping at yours much more attractive for the endbuyer. With a mixed order, the sales of your shop will increase, you save money on unneccessary inventory and your turnover will be faster, in the end you will make more profit Order at us, a new way of handling furniture orders and exports, we bring you the high profit, you were always dreaming about.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nam eu nulla. Donec lobortis purus vel urna. Nunc laoreet lacinia nunc. In volutpat sodales ipsum. Sed vestibulum. Integer in ante. Sed posuere ligula rhoncus erat. Fusce urna dui, sollicitudin ac, pulvinar quis, tincidunt et, risus. Quisque a nunc eget nibh interdum fringilla. Fusce dapibus odio in est. Nunc egestas mauris ac leo. Nullam orci. Morbi volutpat leo in ligula. Integer vel magna. Quisque ut magna Morbi volutpat leo in ligula. Integer vel magna. Quisque ut magna et nisi bibendum sagittis. Fusce elit ligula, sodales sit amet, tincidunt in, ullamcorper condimentum, lectus. Aliquam ut massa. Suspendisse dolor. Cras quam augue, consectetuer id, auctor ut, tincidunt a, velit. Quisque euismod tortor sed nulla. Nunc dapibus, nisi et iaculis feugiat, leo ipsum venenatis enim, a nonummy magna ante vitae diam. Proin sapien. Duis eleifend. Praesent tempor velit molestie neque. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Sed mollis justo eget augue. Donec tempus, urna a congue ultrices, lacus magna convallis nulla, non ultrices metus justo et purus. In leo lorem, dapibus at, volutpat sed, posuere a, justo. Donec varius, erat in placerat pharetra, lorem est gravida erat, nec accumsan turpis erat sed velit.Duis malesuada, lacus sit amet dictum lobortis, arcu velit sodales lectus, ac mattis ipsum lacus in magna. Curabitur sed ante ac enim consequat porttitor. Suspendisse bibendum turpis a magna. Fusce interdum. Maecenas eu elit sed nulla dignissim interdum. Sed laoreet. Aenean pede. Phasellus porta. Ut dictum nonummy diam. Sed a leo. Cras ullamcorper nibh. Sed laoreet. Praesent vehicula suscipit ligula. Morbi ullamcorper. Nam justo augue, dictum a, hendrerit in, ultricies in, leo. Nullam eleifend. Duis tempor ipsum vitae diam. Curabitur felis dui, bibendum vitae, luctus quis, volutpat sed, orci. Cras vulputate ullamcorper ante. Sed congue libero in orci. Vivamus a odio ac sapien dignissim posuere. Sed mollis ipsum id libero. Quisque vitae justo. Nulla vitae mauris. Phasellus convallis ligula in nulla. Morbi aliquet, velit ac semper iaculis, mi odio dignissim diam, id dapibus eros metus id nisi. Nulla vitae sapien. Nulla ligula. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Curabitur non nisl id ante egestas dapibus. Sed mollis ornare ipsum. In id enim dignissim erat viverra vulputate.
sumber :  http://www.jeparafurniture.com/