« Kasus Pemukulan Sandal, AKBP Teddy Belum Jadi Tersangka » « Lima Mitos dan Kesalahpahaman Soal Mars » « Tri Pilih Perkuat Backbone Ketimbang Jumlah BTS » « “Jago” Mati di Dapur » «

Rabu, 25 Juli 2012

Tip Memilih dan Merawat Furnitur Jati

Kayu jati adalah pilihan utama untuk dijadikan sebagai furnitur. Pasalnya, kayu ini dikenal kuat dan tahan rayap, sehingga perawatannya pun tergolong mudah. Keistimewaannya tidak hanya membuat kepincut pembeli lokal, konsumen dari mancanegara juga mengincar furnitur jati Indonesia.

“Di saat kita mengejar furnitur impor yang bagus finishing-nya saja, ekspatriat justru memilih furnitur jati kita,” tukas Rina Kundang, pemilik Sony Art Gallery di bilangan Ciputat Raya, Jakarta Selatan.

Memilih Furnitur JatiMemilih furnitur jati yang bagus memang susah-susah mudah, apalagi jika si calon pembeli tidak mengerti seluk beluk kayu jati. Untuk itu, Rina memberi beberapa tip memilih furnitur jati yang baik.

“Biasanya secara kasat mata, tampilan kayu jati yang bagus bisa dilihat dari finishing-nya. Jika finishing bagus, maka dasar kayunya juga bagus. Sebaliknya, jika finishing kurang rapi, agak berbulu, atau kasar, maka kayunya pasti kurang bagus,” jelas Rina.

Tetapi jangan terkecoh penampilan, imbuh Rina. Ada sebagian penjual menawarkan furnitur yang menggunakan kayu jati hanya di bagian permukaannya saja, sementara di bagian belakang atau bawah, menggunakan t-block atau tripleks. “Dengan mengetuk permukaan furnitur, kita bisa mengetahui perbedaannya,” kata perempuan berjilbab ini.
 Kayu jati memiliki beberapa jenis dan grade. Jati yang bagus di pasaran harus lepas putih (tidak memiliki bagian putih yang agak berbulu) dan lepas mata (tidak memiliki ‘mata’ yang merupakan calon cabang). Bagian putih ini biasanya jadi santapan rayap, sementara ‘mata’ membuat kayu lebih rapuh.

“Jati yang ditebang saat masih berukuran kecil, pasti bagian kulitnya berwarna putih dan masih memiliki mata,” kata Rina. “Kayu seperti ini bisa dibuat mebel, tetapi tidak bagus. Biasanya, kayu macam ini dipakai untuk menekan harga jual.”

Dari sisi harga, semakin lebar papan kayu jati, semakin mahal harganya. Untuk menyesuaikan dengan harga pasar, biasanya dipakai papan sambungan.

Kualitas kayu jati juga ditentukan oleh daerah asalnya.  Biasanya, kayu jati yang beredar di Indonesia berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. “Soal kualitas, jati Jawa Timur yang terbaik, diikuti oleh jati Jawa Tengah,” tutur Rina. “Harga jati Jawa Timur saat ini terbilang fantastis.” Kualitas yang berbeda, menurutnya, disebabkan kandungan tanah yang berbeda di setiap daerah.

Untuk memilih kursi jati, harus dilihat apakah kursi tersebut lepas mata dan lepas putih. “'Nyawa' kursi ada di bagian kaki. Jika ada ‘mata’ di kaki kursi, maka kursi rawan patah,” kata Rina. “Untuk meja, perlu diperhatikan permukaanya. Pilih permukaan yang mulus dan tidak rapuh.”

Namun jika tidak yakin, imbuh Rina, sebaiknya calon konsumen membeli dengan teman yang mengerti seluk-beluk jati, atau memercayakannya pada penjual. “Biasanya pembeli akan merekomendasi toko furnitur yang bisa dipercaya kualitas produknya,” jelas Rina.

Merawat Furnitur JatiRina menjelaskan, untuk membersihkan furnitur jati sangat mudah: cukup dilap menggunakan teak oil atau pledge. Teak oil biasanya dijual di toko bahan bangunan, sementara pledge tersedia di mal atau super market. Treatment ini bisa dilakukan enam bulan sekali. “Namun untuk perawatan sehari-hari, cukup menggunakan lap basah,” ujar Rina.

Untuk furnitur yang memiliki banyak ukiran, memerlukan perlakuan yang lebih khusus. “Gunakan kuas kecil untuk membersihkan lekukan ukiran dari debu. Kemudian kuas diberi cairan teak oil, dan bersihkan kembali lekukan-lekukan ukiran tersebut,” pungkasnya.

sumber :  http://www.rumah.com/

Kerajinan Patung Jepara

Industri seni ukiran patung yang memanfaatkan bahan baku kayu sebagai bahan utama adalah ciri khas dari ‘seni ukir patung khas Jepara’. Desa Mulyoharjo, letaknya tidak jauh dari pusat kota Jepara ini yang dari tahun ke tahun menghasilkan produk ukiran patung kayu dengan kualitas tinggi.
Kemahiran masyarakat desa Mulyoharjo dalam membuat produk ukiran patung kayu patut di apresiasi. Hal itulah yang digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara yang bekerjasama dengan pelaku usaha mebel di Jepara untuk mendaftarkan produk mebel ukir Jepara yang didalamnya terdapat kesenian ukir patung kayu untuk memperoleh perlindungan atas Indikasi Geografis Nasional dari Direktorat Hak dan Kekyaan Intelektual (HKI) 2010 lalu.
Seni ukir patung kayu memang tidak hanya ada di Jepara saja, tetapi di daerah-daerah lain seperti dari Papua yang sangat terkenal dengan seni ukir suku Asmat.
Bagi siapa saja yang sangat menyukai produk-produk kerajinan seni ukir patung kayu, jangan sungkan untuk datang ke Kabupaten Jepara. Lokasi atau tempat banyak diproduksi kerajinan produk ukiran patung kayu adalah Desa Mulyoharjo, berada disebelah utara atau 2 Km dari pusat kota Jepara (alun-alun Jepara).